Tag: vanila

  • Delapan Wangi dari Bumi Sumatera: Produk Unggulan PT Bentang Alam Sumatera

    Delapan Wangi dari Bumi Sumatera: Produk Unggulan PT Bentang Alam Sumatera

    Bagi PT Bentang Alam Sumatera (PT BAS), minyak atsiri bukan cuma minyak aromaterapi yang dijual dalam botol-botol kecil di rak swalayan. Dari basisnya di Medan Selayang, perusahaan ini sebenarnya memasarkan delapan komoditas sekaligus: minyak atsiri, kopi, rempah dapur, dan resin aromatik hasil hutan — masing-masing dengan asal, karakter, dan kebutuhan pembeli yang berbeda-beda.

    Nilam atau Pogostemon cablin adalah komoditas yang paling identik dengan PT BAS. Daun dan batangnya dikeringkan, lalu disuling menjadi minyak nilam, atau yang lebih dikenal di pasar internasional sebagai patchouli oil. Karakternya woody, earthy, hangat, dan tahan lama, membuat minyak ini jadi favorit sebagai base note dalam racikan parfum. Rantai pasoknya dibangun bersama petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan jaringan yang berpusat di kawasan Blangkejeren, Gayo Lues.

    Selain nilam, ada kopi arabika dan robusta dari dataran tinggi Sumatera. Kopi arabika yang ditawarkan PT BAS punya karakter aromatik, keasaman yang hidup, dan body yang seimbang — profil yang bisa diarahkan untuk kebutuhan roastery maupun produk single origin, tergantung asal dan spesifikasi tiap lot. Sementara robusta menonjolkan rasa yang lebih tegas, body penuh, dan crema kuat, karakter yang biasa dicari untuk kebutuhan espresso dan kopi komersial. Kedua jenis kopi ini dipasok lewat jaringan agribisnis yang sama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Ada juga dua jenis serai yang sekilas mirip, tapi sebenarnya datang dari kelompok tanaman berbeda fungsi. Serai wangi menghasilkan citronella oil lewat penyulingan daun Cymbopogon, dengan aroma citrus-herbal yang segar — biasa dipakai dalam fragrance, produk perawatan rumah, sampai formulasi penolak serangga. Sedangkan serai dapur atau Cymbopogon citratus lebih akrab di dapur, jadi bumbu masakan berkuah, kari, dan bahan teh herbal. Dalam jaringan PT BAS, serai wangi dikembangkan di Blangkejeren dan Besitang, sementara serai dapur berpusat di Besitang, Langkat.

    Kenanga dan vanila melengkapi portofolio ini dari sisi fragrance dan pangan. Bunga kenanga atau Cananga odorata, yang tumbuh di Besitang, Kabupaten Langkat, punya aroma floral yang kuat, manis, hangat, dan sedikit woody — bahan baku untuk cananga oil yang dicari industri fragrance. Vanila atau Vanilla planifolia, setelah melalui proses curing yang mengubah polong hijaunya jadi cokelat gelap, menghasilkan aroma manis, creamy, hangat, dan kompleks yang jadi rebutan industri bakery, confectionery, minuman, hingga fragrance premium.

    Yang mungkin paling tak terduga dari daftar ini adalah kemenyan, resin aromatik dari pohon genus Styrax yang tumbuh di hutan Tapanuli, Sumatera Utara. Ada beberapa jenis yang dikenal di sana, mulai dari kemenyan Toba, kemenyan bulu, sampai kemenyan durame. Setelah dikeringkan dan disortir, resin ini punya aroma balsamic, manis, hangat, woody, dan sedikit smoky saat dibakar. Selain dipakai sebagai dupa, kemenyan juga punya sejarah panjang sebagai bahan fragrance dan ekstraksi aromatik — komoditas yang memperluas portofolio PT BAS sampai ke hasil hutan bukan kayu.

    Delapan komoditas ini pada akhirnya memperlihatkan strategi yang tidak bergantung pada satu jenis produk saja. Minyak atsiri, kopi, rempah dapur, dan hasil hutan bukan kayu memang punya karakter pasar yang jauh berbeda satu sama lain, tapi semuanya bertumpu pada hal yang sama: asal-usul yang jelas, mutu yang terjaga, dan hubungan pasok yang bisa ditelusuri.

    Sumber: Disusun berdasarkan dokumen pemetaan produk PT Bentang Alam Sumatera dan Profil PT Bentang Alam Sumatera 2026.